"Aku ingin kembali ke kamarku."Keisha melepaskan diri dari Devan, namun Devan kembali memposisikan Keisha bersandar di lemari. Lagi. "Kau marah padaku!."ucap Devan ada rasa kesal di sana. Keisha beralih menatapnya tajam, bahkan ia tak kalah marah saat ini. "Kenapa harus aku yang membuatmu jatuh Cinta dan melihatku. Kau juga harus berpikir Devan . Bagaimana hatimu. Perasaanmu. Siapa yang kau inginkan dan apa yang kau rasakan ketika kau bersamaku dan Sena. Kau yang memutuskan. Perasaanmu. Jika butuh ku ingatkan lagi. kau mau tahu pendapatku tentang kita. Kau lebih cocok dengan Sena. Lihat aku. Siapa aku" Devan mengeratkan kepalan tangannya. Rahangnya mengeras. Emosinya mulai bangkit. Menggerogotinya bagai api yang mulai merambat dan membakar dirinya. "Hanya kau yang mengerti tentan

