Gadis itu membuka mata dengan lebar dan duduk diatas ranjangnya yang nyaman dengan kepala sakit bertubi- tubi. Sialan, harusnya dia tidak minum semalam. Gadis cantik itu kemudian turun diatas ranjang dan membuka kotak obat yang ada dinakasnya, mengambil sebutir aspirin dan meminumnya dengan segelas air dingin. Baiklah, Eka kamu harus berpikir apa yang terjadi saat kamu mabuk kemarin?! Gadis itu mengetuk ujung nakas berulang kali sambil mengingat- ingat peristiwa saat dia mabuk yang nyatanya nihil. Yang dia ingat hanya telepon dari salah satu orang kepercayaannya saja sebelum dia menggiring Kalina ke meja bartender kemudian dia mulai meminum minuman laknat itu. Sialan harusnya dia bisa mengontrol diri kemarin! Pintu kamar itu diketuk dari luar dan suara dari mbok Asih mulai terdengar,”

