“ Ayo kemarilah!” pria yang kini berstatus sebagai suaminya itu menepuk ranjang kecil Kalina, meminta wanita itu ikut berbaring disampingnya. Kalina yang menatap tingkah pria satu itu berdecak kesal. Sebenarnya, apa yang terjadi disini Kalina merasa paling bodoh sendiri. “ Apa yang kamu tunggu Wife?” “ Sebenarnya apa yang terjadi?” “ Apakah sekarang itu penting?” Alis pria itu bergerak naik turun menggoda. Oh ya ampun, adakah yang mau membantu Kalina untuk menghajar pria satu ini sekarang! Kalina bayar kalau perlu! “ Adam b******k!” teriaknya kencang. “ Siapa yang b******k di sini?” pura- pura tidek mengerti sedangkan hati Kalina sudah panas sejak melihat Adam berdiri di tempat akad menunggu kedatangannya. “ Kurasa anda punya mulut untuk berbicara apa yang terjadi disini?!” gera

