"Ah, kau harus tahu bagaimana senangnya aku hari ini! Ada seorang guru tampan di sekolahku dan dia bisa berbahasa Indonesia secara lancar!" Edward yang sedang tidur dengan posisi tengkurap memilih membiarkan Lily—sepupunya yang tinggal di Bali mengoceh melalui skype yang terdapat pada macbook-nya. "Kau mendengarku atau tidak? Hei, Ed!" Edward tersentak kaget dan kemudian kembali menoleh kearah Lily sambil tersenyum kecil. "Hm?" "Just, hm? Aku berbicara denganmu dari tadi dan kau tidak mendengarkanku." "Aku mendengarkanmu, hanya saja aku tidak senang kau menceritakan lelaki lain." Jawab Ed dengan senyuman kecilnya. Lily terlihat mencebikkan bibirnya dengan kesal. "Kau sedang ada masalah, Ed." Ucapan Lily tadi bukanlah sebuah pertanyaan, melainkan sebuah pernyataan. Li

