Ethan mengangkat kepalanya begitu tirai di ruang kerjanya otomatis terbuka pada pukul tujuh pagi. Ethan kemudian mengernyit, begitu matanya terkena sorot cahaya matahari, kepalanya langsung terasa seperti di lempar sebuah batu besar. Membuat Ethan merintih dan memegangi kepalanya. Semalaman Ethan tertidur tertelungkup di meja kerjanya, sampai dia bangun saat ini dan melihat segelas air mineral beserta tablet aspirin diatas mejanya. Tanpa menunggu lama lagi Ethan langsung meminum aspirin itu dan meneguk air mineralnya sampai habis. Ethan lalu menggunakan tangan kanannya untuk menyangga kepalanya diatas meja. Kepalanya masih pening. Kemudian Ethan memejamkan matanya sejenak, mengingat kenapa dia bisa mabuk. Perlahan-lahan rasa pusing di kepalanya reda. Ethan kemudian menghela n

