"ayo keluar," titah Bryan kepada Agustin karna sejak tadi gadis itu terus berdiam diri di kursinya. "Gendong." "Tadi kan udah." "Tapi kan Vero abis keluar dari rumah sakit om." "Terus?" "Biasanya mama Vero bakalan gendong Vero sampe ke kamar." "Tapi kan om bukan mama kamu." "Tapi om temennya mama." "Ya terus? Om ngga bisa lakuin semua hal yang mama kamu lakuin ke kamu." "Yaudah kalo gitu suruh mama Vero ke sini om." "Vero, ayolah jangan keras kepala. Mau sampe kapan kamu jadi anak manja kayak gini?" "Sampe Vero udah ngga jadi anak kecil lagi om." Bryan menghela nafasnya. "Udah-udah, kalo lo emang ngga mau gendong dia, biar gue aja yang lakuin itu," David yang sejak tadi diam kini unjuk suara untuk menawarkan diri. "Vero, om tau kamu ngga suka sama om, tapi sayangnya Vero ngga

