Agustin merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya, kakinya masih benar-benar terasa sakit saat ini. "Alexa emang bener-bener keterlaluan! dia ngga tau apa kalo bekas luka itu adalah masalah besar buat cewek?!" gerutunya, yups dia memang lebih mementingkan bekas luka yang nanti mungkin akan sulit untuk di hilangkan daripada lukanya itu sendiri. Cukup lama dia membaringkan tubuh di atas kasur, fikirannya sedang dilema antara pergi mencuci muka dan mengganti baju atau langsung tidur saja karna matanya sudah terasa sangat berat dan mengantuk. Dia terus menimbang-nimbang, menentukan pilihan terasa sangat sulit untuk nya, bahkan bagi Agustin ini sama sulitnya seperti mengerjakan soal matematika dan fisika. Dan di saat dia sedang berpikir keras untuk kedua hal yang sangat tidak bermutu

