"Ini kalian semua lagi pada ngapain ya di sini?" tanya Agustin basa-basi kepada mereka. Dia masih mencoba positif thinking. Bukannya menjawab, Firly yang berada di belakangnya langsung mendorong tubuhnya dengan kencang sehingga dia jatuh terjerembab di lantai. "Aww ...!" ringis Agustin saat lututnya menghantam lantai keras nan kotor itu. "Lo gila yah?! Sakit tau ngga! Gimana kalo semisal kaki gue lecet?! Mau lo tanggung jawab?!" omel Agustin. Plak ...! Tiba-tiba satu tamparan mendarat di wajahnya saat dia memprotes. "Diam! Lo ngga punya hak buat ngomong apalagi protes di sini!" delik Firly, orang yang menamparnya. Mata Agustin terbelalak, pipinya terasa panas dan berdenyut. "Gue rasa gue perlu tau alasan kenapa kalian ngelakuin ini ke gue!" dingin Agustin dengan mata yang terlihat

