Agustin membuka matanya. "Gue di mana lagi kali ini?" batinnya. Ingatan terakhir yang dia punya hanyalah saat berada di dalam gudang bersama mantan-mantan Niko. "Agus!" pekik Niko langsung saat dia melihat Agustin membuka mata. Raut bahagia dan penuh kelegaan tergambar jelas di wajahnya. "Gue di mana Ko?" tanya Agustin dengan suara lemah. "Lo di rumah sakit." "Gue kenapa bisa ada di sini?" "Ceritanya panjang, nanti gue ceritain. Yang penting sekarang, gimana keadaan lo? Apa ada yang kerasa sakit?" Agustin menggeleng, "ngga ada, tangan gue doang kerasa sedikit nyeri," sahutnya. Dia belum melihat kondisi tangannya. "Itu wajar, soalnya kan tangan lo abis ketusuk. Nanti juga bakalan sembuh kok." "Hah? Ketusuk? Siapa? Gue?" kening Agustin langsung mengernyit mendengarnya. Dengan seg

