Malam di mansion selalu terlalu sunyi. Lampu taman menyala temaram, memantulkan bayangan pepohonan di jendela besar ruang kerja. Jam dinding menunjukkan hampir pukul sebelas, tapi Lucas masih duduk di kursi kerjanya dengan laptop terbuka—tanpa benar-benar bekerja. Tatapannya justru berkali-kali jatuh ke ponsel di sampingnya. Dia tidak sengaja mengirimkan pesan yang menurutnya cukup kacau. Entah bagaimana dia bisa melakukannya, sebuah pesan yang berisi ucapan terima kasih sekaligus pujian dari hati. TERIMAKASIH UNTUK HARI INI. KAMU CANTIK. Seharusnya itu menjadi pesan yang biasa, tetapi menjadi sangat luar biasa karena pria dingin seperti dirinya yang mengirimkannya. Padahal, dia tidak ingin seperti itu. Namun, tangannya bergerak lebih cepat daripada otaknya. Juga, tak bisa dibatalkan ka

