EPS 1 - AWAL

439 Kata
Setelah melalui perdebatan panjang dengan kakeknya, akhirnya Nevan mau menikah dengan Andita. Pestapun digelar dengan meriah dan dihadiri banyak tamu. Semua orang sangat bahagia, apalagi Andita. Bagaimana tidak bahagia, orang yang selama ini ia suka dan hanya bisa melihatnya dari jauh saja sekarang berada tepat disampingnya dan telah sah menjadi suaminya. 'Astaga ini seperti mimpi saja, seseorang tolong bangunkan aku' gumamnya dalam hati. Sementara itu, Nevan hanya diam saja dari tadi. Tidak ada senyuman dari wajahnya dan hanya satu yang ia pikirkan saat ini, bagaimana membuat perempuan ini pergi dari hidupnya. ***** Setelah acara berakhir, Andita langsung ikut bersama ke apartemen Nevan dan diantarkan langsung oleh Adnan supir pribadi Nevan. Nevan sengaja membawa Andita ke apartemen karena Nevan tidak ingin Alexander terus mengawasinya melalui pelayan dan orang suruhannya. Setidaknya tinggal di apartemen adalah pilihan yang tepat dan memudahkan Nevan melancarkan aksinya. Jika Nevan tidak bisa menceraikan Andita, maka membuat Andita membuat Andita menceraikannya adalah pilihan yang tepat. Di dalam mobil Nevan masih diam dan enggan berbicara dengan Andita, ia memilih memejamkan matanya dan memikirkan bagaimana membuat perempuan ini menceraikannya. Sementara itu Andita juga hanya diam memandang jalanan karena ia masih canggung untuk memulai percakapan dengan Nevan. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di apartemen Nevan. Nevan lalu berjalan masuk ke dalam lift pribadi miliknya yang langsung menuju ke depan pintu apartemennya dan segera masuk ke dalam kamar dengan Andita yang mengekor di berlakang Nevan. "Mau apa kamu?" tanya Nevan sinis setelah menyedari Andita yang mengikutinya masuk ke kamar. "Em.. Bukankah ini kamar kita mas?" tanya Andita ragu-ragu. "Ini kamarku, kamarmu ada di samping" Jawab Nevan sambil mendekati Andita dan berkata "Kita memang sudah menikah tapi itu hanyalah status saja dan jangan pernah mengharapkan cinta dariku karena aku sudah mencintai wanita lain. Kamu adalah orang asing yang masuk ke dalam hidupku dan menghancurkan kebahagiaanku maka aku juga akan menghancurkanmu. Ingat itu!" kata Nevan penuh penekanan sambil menunjuk-nunjuk wajah Andita. DEG ! Bagaikan disambar petir, Andita tidak bisa bergerak dan tubuhnya seketika lemas, air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa ia tahan lagi. Melihat air mata yang mengalir di pipi mulus Andita membuat Nevan semakin geram "Sudah jangan drama. Keluar dari kamarku sekarang dan kita akan membicarakan kontrak pernikahan besok" sambil menarik tangan Andita dan mendorongnya keluar. "Ah!" teriak Andita yang merasakan tubuhnya bergesekan dengan lantai. Melihat Andita yang kesekitan membuat Nevan sedikit berempati tapi dengan cepat ia menepisnya dan menutup pintu kamarnya. Sementara itu Andita bangun perlahan dan masuk ke dalam kamarnya dengan sedikit tertatih. "Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan?" Andita lalu berjalan dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sekarang tubuhnya sangat lelah, baik fisik maupun mental.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN