Begitu Aero keluar dari ruangan, dia mendapati Starla sudah berdiri di depan pintu menunggunya. Aero melirik ke belakang sekilas, berharap agar William tidak buru buru keluar dan kemudian melihat Starla. Namun, ternyata dugaannya salah. William justru menerobos keluar meski Aero sudah berusaha menutup pintunya. Kalau sudah begini, tidak ada lagi yang bisa Aero sembunyikan. Aero menghela nafas panjang. Aero pasrah. Silahkan saja kalau William ingin memenuhi rasa penasaran pada sosok bernama Starla yang sudah dia ceritakan. Biarkan saja, kali ini Aero tidak akan melarang. Lagi pula, semua ini terjadi bukan karena dia lebih mementingkan William dari pada Starla. Kalau boleh jujur, William sungguh tidak berarti apapun baginya. Tapi.. ya.. seperti itulah William. Meski Aero sudah berupaya m

