Oz 36

1961 Kata

Ozil 36 "Apa kau menginginkan sebuah kekuatan?" Tanya sosok yang kini berdiri di hadapannya pria dengan jubah dan mata merah yang menyeramkan. Dia tersenyum menatap kearahnya dengan tangan yang terulur di hadapannya. Perlahan Kail mengangguk saat dirinya ditawari sebuah kekuatan yang begitu dia dambakan. Padahal dia yakin dirinya sudah mati saat itu juga. Mati karena dia benar-benar tidak bisa mengendalikan kesadarannya saat melawan sebuah kesadaran lain yang berusaha menguasai kepalanya. "Apa kau mau berjanji sesuatu sebelum mendapatkan kekuatan ini?" "Berjanji?" Tanya Kail dengan suara kecil. "Apa yang harus aku lakukan untuk bisa memiliki kekuatan itu?" Pria itu tersenyum, terlihat sangat lembut dan hangat di matanya. Senyum yang baru pertama kali dia lihat, senyum yang membuat di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN