Ozil 42. Seperti biasa, berada di atas sebuah kepemimpinan tentu harus dituntut untuk menjadi pribadi yang adil dan tenang, Lubis merasakan semua tekanan, bahkan rasa frustasi karena perasaan yang hilir hadir kian waktu yang terus datang. Terlebih ketika dirinya mendapat kabar akan sebuah penyerangan di sebuah desa yang ada di dekat dengan kota sisi timur. Lubis harus segera bersiap dan berusaha untuk membantu agar tidak semakin banyak korban yang berjatuhan. Anggaplah dirinya dermawan dengan segala hal yang dia lakukan, tapi bagi Lubis, dia harus bisa melindungi apapun yang bisa dia lindungi, kekuatan yang dia miliki harus benar-benar berguna untuk mencapai titik di mana dirinya bisa menjadi harapan untuk beberapa orang yang sudah terpuruk akan keadaan. "Bagaimana kondisinya?" Tanya

