Ozil 55. "Kalian tidak apa-apa?" Tanya Sherin yang baru saja mendekat kearah tiga orang bawahannya, orang yang belum lama bergabung dengan tuan Lubis tapi sudah terlihat memiliki kemampuan dan semangat yang menjanjikan. "Tentu saja, nyonya. kami baik-baik saja." Balas Left dengan napas tersengal, staminanya sudah terkuras habis karena pertarungannya dengan Ozil tadi, tapi di sisi lain dia juga merasa bangga, bukan hanya dirinya, tapi juga dengan Right dan Hans yang juga tengah duduk di atas tanah dengan posisi sap Ng membelakangi dan bersandar di sana. Sherin menarik sudut bibirnya, lalu menyimpan pedangnya, dan merubah bentuk rubah menjadi bentuk manusia seperti biasanya. "Kalian istirahat saja dulu, aku akan membereskan sisanya." "Tap-" "Sudahlah tak perlu menyangkal." Ucapan Hans

