Oz 51

1468 Kata

Ozil 51. Hening kala hujan turun dengan rintik yang begitu deras. Suasana seolah senyap walau suara rintik itu jelas terdengar, semua orang yang ada di dalam ruangan itu membisu dengan nulis keringat yang perlahan turun tanpa bisa mereka halau. Menanti kabar dan keputusan yang di buat oleh Lubis dalam diam terlebih Will, dia baru kali ini melihat raut dan ekspresi Lubis yang benar-benar tegang, seolah ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Lalu helaan napas terdengar sangat kasar di sana. Sosok dengan aura yang begitu pekat dan kuat serta sorot mata tajam dan menghunus itu mendesah pelan lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi singgasananya. Dalam diam sosok itu seolah berpikir keras akan sesuatu. "Quila...." Dia bergumang pelan akan satu nama yang baru saja dilaporkan oleh R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN