Antaka telah berpakaian dengan rapi persis sama seperti yang di lakukan oleh Clarinda, sepertinya pria yang berdiri di depannya ini sudah selesai bersiap - siap berbarengan dengannya. Ya, tidak mungkin mansion sebesar ini hanya menyediakan satu buah kamar mandi saja. Tetapi, bukankah sudah lebih jelas bahwa Clarinda yang seharusnya menggunakan kamar mandi lain di bandingkan dengan Antaka, ia adalah penumpang disini. “Kau sudah bersiap - siap. Waktu yang tepat kita selesai bersamaan.” Ucap Antaka dengan lembut lalu meraih sebelah tangan Clarinda dan menggenggamnya lembut. Senyuman manis kembali muncul di wajah tampan terdebut dan bukanlah wajah penuh akan kegugupan yang beberapa jam tadi dilihatnya. Sepertinya Antaka sudah membereskan kekhwatarinnya. “Sarapan sudah siap, sebaiknya k

