Savalas menekan bel rumah di depannya dengan kencang bahkan terkesan tergesa - gesa sehingga hal tersebut seharusnya dapat memicu kemarahan dari pemilik rumah untuk dirinya di sore hari ini, sayangnya hal itu tidak berlaku untuknya dikarenakan pintu rumah yang membuka itu kini memperlihatkan ayah mertuanya yang menatapnya dengan kening berkerut dan kerutan itu semakin dalam saat melihat dengan siapa menantunya itu datang. "Savalas ?" Tanya pria tua di depannya bingung lalu berbalik menatap pada Clarisa yang menatapnya dengan senyuman manis. "Clarisa udah balik ? Bukannya bilang nginap di rumah temen nak ?" Baru saja Clarisa akan menjawab ucapan dari ayahnya tersebut, Savalas suami sirinya itu sudah lebih dahulu mengangkat bicara. "Clarinda ada di dalamkan yah ?" "Loh iya Savalas, buk

