Antaka memberhentikan mobilnya di sebuah pusat pemberlanjaan yang ramai dan dekat dengan taman di kota tersebut. Membuat Clarinda yang sedari tadi hanya diam selama perjalanan kini menatap pada pria tersebut, masih dalam diam menunggu penjelasan dari Antaka. Dirinya pikir mereka akan kembali ke penthouse ternyata tidak, berada di tengah keramaian sekarang sebenrnya tidaklah begitu menyenangkan untuk Clarinda sekarang. Ia seperti kehilangan semua semnagat dan moodnya yang secara totalitas tak bersisa ilang darinya. Secara normal ini memang terjadi. Clarinda sudah mendapatkan mood yang rusak dari saat akan memulai hari sampai di siang hari ini yang sepertinya tidak akan hilang dalam waktu sebentar. “Kau ingin berbelanja ?” Tanya Clarinda saat Antaka tidak kunjung membuka mulutnya dan

