Nico. "Dre, lo dimana?" Tanyaku lewat sambungan free call. Bukannya irit, kere, atau nggak punya uang. Sekarang begini saja, orang mana di dunia sekarang ini yang tidak mau gratis? Lagipula, akan sangat gawat ya kalau aku haru bayar tagihan pulsa sampai berjuta-juta hanya karena menelepon Andre yang ada di luar negeri. "Di rumah. Nape lo nelpon gue? Mau ngasih Si Laura buat gue? Siap banget dah buat gua tampung Laura mah," jawabnya asal. Mulutnya emang nggak pernah disekolahin sih. "Kaga sialan! Nggak akan gua lepasin Laura." "Wow, lo udah cinta beneran sama dia?" "Hmm!" Dia dari ujung telepon sana langsung meledek-ledekku. Persetanlah dengan ledekannya. Aku harus berfokus pada tujuanku untuk membuang beberapa menit waktu hidupku untuk menelepon orang tak bermutu macamnya. "Jadi ken

