Struggle

1825 Kata

Laura. Hari baru, semangat baru. Semangat baru, stase baru! Yeay, akhirnya terlepas juga dari UGD. Kelamaan di UGD membuatku dan teman-teman yang lain umurnya diperpendek sepuluh tahun setiap Dokter Abby mengomel dan membentak. Untungnya aku dapat penyakit dalam untuk dua bulan ke depan. Tidak lupa, aku membawa pudding yang kujual hari ini. Aku menitipkan pudding-pudding itu di kantin rumah sakit. Aku hitung-hitung sekali jualan pudding, omsetnya bisa sampai dua ratus ribuan sehari. Dipotong biaya produksinya lima puluh, jadi seratus lima puluh. Lumayan kan buat pemula? Aku keluar dari kantin setelah menitipkan pudding. Cletakkk! "Kamu mau ke mana?" Tanya Nico dengan tatapan acuh tak acuhnya seperti biasa. Dia malah menyentil dahiku pula saat aku baru benar-benar keluar kantin! "Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN