First Day

1817 Kata

Nico. Aku membawa co-ass beserta keponakannya yang baru berusia empat tahun itu untuk tinggal di rumahku. Anggaplah aku memang bukan laki-laki hangat yang akan terbuka untuk perempuan manapun. Tapi, aku bukan manusia scalpel berhati dingin. Meski dia hanya sebagai pacar pura-puraku, karena Abby yang memintanya begitu, aku tidak akan membiarkannya luntang-lantung di rumah sakit tiap malam. "Kodok, tinggal sama siapa?" Tanya Laura yang duduk di sebelahku, sambil memangku Cella yang sudah tidur. "Aku tinggal sendirian. Paling ada Mbok Gi, yang biasa cuci, gosok, sama bersih-bersih rumah. Aku jarang makan di rumah." Biasanya aku akan pulang tengah malam, dan saat itu Mbok Gi pasti sudah tidur. Aku sendiri langsung tidur, dan paginya berangkat lagi ke rumah sakit. Jadi, aku tidak punya wakt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN