Mike merasakan rasa gelisah yang menyergapnya di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Dengan wajah berkeringat ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang gawat darurat bersama Hugh Gilbert. Melihat dari ekspresinya Mike menyadari bahwa Gilbert tidak begitu senang setelah mendengar kabar itu. “Itu kecelakaan,” jelas Mike. “Tembakannya meleset.” Tanpa menghentikan langkahnya, Gilbert melangkah dengan cepat menyusul tiga orang petugas rumah sakit yang membawa jasad Bobby untuk masuk ke dalam salah satu ruangan dengan pintu hijau di sudut lorong. “Ini sangat kacau, Mike..” ungkap Gilbert sembari menggelengkan wajahnya. “Tolong minta petugasmu untuk menyingkirkan senjatanya, mereka membuat pasien ketakutan.” “Bisakah kita bicara sebentar?” Alih-alih menyetujuinya, Gilbert l

