Andre menghentikan mobilnya di tepi jalan yang sepi dan teduh. Dilihatnya ke arah Nia yang masih tersedu sambil terus melihat ke arah jalan. Andre dengan sabar menunggu sampai Nia benar-benar lebih tenang. Andre mengambil ponsel dari saku dalam jasnya dan mengetik sesuatu di ponselnya. Setelah itu memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku dalam jasnya. “Kamu minum dulu ya.” Andre memberikan sebotol air mineral kemasan baru yang trsimpan didalam mobilnya kepada Nia. Nia mengambil minuman yang disodorkan oleh Andre, kemudian meminum beberapa teguk. “Maaf ya aku jadi merepotkanmu. Seharusnya kamu gak perlu tahu tentang ini.” Ucap Nia selepas minum. “Gak apa-apa Nia. Justru aku senang dilibatkan. Kamu jangan sungkan, Nia.” “Aku tidak menyangka ibuku bisa berbuat senekat ini. Dan yang lebih

