Aku setengah berlari dan memeluknya. Setelah puas memeluk mama, aku memeluk ayah sekilas. Lelaki itu berulang kali mengecup pucuk kepalaku. “Ayo, Ma!” Aku menarik lengan mama. Sementara wanita yang tadi memeluk mama sudah tidak terlihat sama sekali. “Ayo!” ucap Mama sambil menggandeng lenganku. “Ma, tadi siapa?” tanyaku menelisik. “Yang mana?” tanya mama. “Perempuan yang meluk Mama tadi?” tanyaku. “Eh, yang mana … mama gak meluk siapa-siapa?” ucapnya. Namun kutahu jika mama sedang menyembunyikan sesuatu. “Yah, mama gak meluk siapa-siapa kan? Putri kita ini belum tua penglihatannya udah ngawur!” ucap mama pada ayah yang dijawab oleh anggukan. Ok, mereka sepertinya tengah bersekongkol membohongiku. Jelas sekali tadi kulihat memeluk wanita itu dan berbincang-bincang dengannya,

