19. Si tampan yang berani

1616 Kata

Agung frustasi! Dirinya tahu betul bagaimana sikap dan tingkah laku seorang Kharis Pradana. Tapi walaupun begitu, dia masih menganggap bahwa ancaman sang Ayah terakhir kali hanya lah omong kosong. Tidak mungkin Ayahnya akan melakukan teror di umur segitu. Tapi ternyata, Agung terlalu lengah. Dia dibuat terkejut saat mulai menerima pesan yang dikirimkan oleh Ayahnya secara teratur di pagi, siang dan sore. Semua pesan itu berisi permintaan agar Agung segera membawa Anggi ke hadapannya, mengenalkan 'kekasih' Agung itu secara resmi. Yang menjadi masalah adalah karena Agung tidak mungkin membawa Anggi ke hadapan Ayahnya karena dirinya dan wanita itu tidak memiliki hubungan apapun. "Pak, jika saya boleh memberikan saran--" Agung sontak mengangkat tangannya, menolak saran apapun yang akan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN