"Ini enak," puji Agung. Agung tidak berbohong. Masakan yang dibuat oleh Anggi benar-benar enak dan nikmat. Perpaduan bumbu dan juga manis kecapnya tepat. Jika boleh, Agung akan memakan semua daging yang ada tanpa nasi. Tapi tentu saja Anggi tidak akan mengizinkan. "Kalau begitu, mau tambah nasinya?" Lekas Agung menggeleng. Porsi makannya selama ini tidak pernah begitu banyak. Agung hanya akan makan sekedarnya untuk mengisi perut. "Dagingnya aja yang nambah, boleh enggak?" Bak anak kecil, Agung merasa takut mendengar jawaban dari istrinya. Untung saja Anggi mengangguk tanpa keberatan. Bahkan wanita itu sendiri yang kemudian menyendokkan dagingnya ke piring milik Agung. Tersenyum, Agung memotong dagingnya menjadi beberapa bagian, kemudian mencampurkan dengan nasi yang berbalur bumbu se

