Salwa tengah duduk di gazebo taman kecil belakang perpustakaan, bersama tiga teman kelompok tugasnya. Salah satunya adalah Galang, mahasiswa baru yang cukup populer di kalangan mahasiswi karena wajahnya yang teduh dan gaya bicara santai. Mereka tengah membahas revisi makalah untuk presentasi besok, ketika tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara langkah kecil berlarian di atas paving. "Bundaaaaa!!" "Sayang!" Salwa spontan menoleh dan langsung berdiri. Dua bocah kecil berambut ikal, Rasyad dan Rasyid, tengah berlari secepat kaki mungil mereka bisa. Di belakangnya, seorang pria dengan kemeja putih yang digulung hingga siku, berjalan santai namun penuh aura, Jiva. Semua mata langsung tertuju pada pemandangan itu. Salwa tersenyum kaku. "A’ Jiva? Kok ke sini?" "Karena ada yang lupa kalau

