"Jared ... Jared ...!" Mata Jared seketika membuka saat mendengar namanya dipanggil. Napasnya memburu saat dia berhasil membuka mata dan melihat sekelilingnya. "Apa kau bermimpi buruk?" tanya sosok yang berada di sebelahnya. "Ericca," ucapnya sambil berusaha mengatur napas. Jared kemudian mengusap wajahnya dan merasa lega karena apa yang terjadi tadi hanya sebuah mimpi. "Apa kau merasa lebih baik?" tanya Ericca kemudian. Jared mengangguk pelan sambil mengedarkan matanya ke segala arah, tidak ada Jeff, hanya ada Ericca. "Kepalaku terasa sakit," ucap Jared sambil meringis. "Tenanglah, jika sakitmu tidak bisa ditahan, aku akan menghubungi dokter," timpal Ericca. "Bagaimana kejadian sebenarnya?" tanya Ericca dan tangannya kemudian mengusap lengan Jared dengan perlahan. "Padahal aku meny

