Ericca ingin sekali melompat ke pelukan Jared saat mengetahui jika teryata Jaredlah yang berada di hadapannya. Tapi mengingat jika luka Jared cukup membuatnya kesulitan, Ericca hanya menatap wajah Jared sambil mengerjapkan matanya yang sudah basah dengan air mata. Seluruh perasaan bercampur aduk di dadanya. Ada rasa lega dan juga senang, tapi ada juga rasa kesal karena Jared tidak langsung memberitahu jika dia telah kembali. Jared malah bersikap dingin, seolah sedang memerankan Jerome. “Apakah terasa sakit?” tanya Ericca saat matanya mengarah pada luka di kaki dan juga punggung Jared yang membuatnya harus berbaring dengan posisi ditumpuk oleh banyak bantal. “Tidak terlalu, mungkin karena obat biusnya masih bekerja,” jawab Jared sambil tersenyum sementara matanya tak lepas memandang Eric

