Baik Hati

1694 Kata

16/2   “Maaf Ibu Manager…, maaf Ibu Bos…,” cicit Zoya. Yuuna tersenyum ramah pada Zoya. “Tidak apa-apa,” ucap Yuuna, dia tulus karena dia memang jarang marah. “Lain kali ulangi ya Zoy,” sarkas Indri dengan tatapan marahnya. “Tidak Bu, tidak ada lain kali, janji,”  cicit Zoya dengan wajah memelasnya. “Kak jangan begitu kamu menakutinya,” tegur Yuuna pada Indri karena wajah marah Indri itu menyeramkan, syukur Yuuna punya wajah yang sayang jika dimarahi, jadi Indri tidak pernah marah dengan Yuuna dengan ekspresi wajah menyeramkan melainkan langsung memukul b****g Yuuna jika mereka di rumah. Ekspresi wajah Indri melunak, dan menghela nafasnya. Susah jika Yuuna sudah berbicara seperti itu padanya membuatnya luluh saja. “Ya Allah…. Semoga anakku nanti wajahnya seperti wajah Yuuna jadi ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN