Mengingat Kembali

1698 Kata

17/2  Seorang laki-laki tampan baru saja bangun dari tidurnya dan masih terbaring di atas kasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya. Dia Junni, sedang menerawang jauh memutar waktu di dalam ingatannya. “Nenek suka sama dia, menurut Nenek ini saatnya untuk kamu meraih kebahagiaanmu, untuk melanjutkan hidup kamu. Ingat jika kamu setia menanti yang sudah tiada hanya akan sia-sia. Dia tidak akan kembali.” Ucapan Nenek Maria terngiang-ngiang di ingatan Junni. Nenek Maria memberikan sinyal untuk dia segera menikah. Begitulah kira-kiranya. Junni menatap sebuah frame di atas nakas tepat di samping tempat tidurnya. Junni bangkit dari posisi berbaringnya, dan duduk di sisi ranjang dengan kaki menjuntai menginjak lantai kamarnya, lalu Junni meraih frame tersebut. Di dalam frame tersebut terda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN