Bee menangis hingga tersedu, sesekali menahan raungannya tidak dapat meredam rasa sakit dan kecewa di hati. Dosa apa yang dilakukannya di kehidupan yang lalu sehingga cobaan bertubi-tubi datang menghampiri. Kenapa orang-orang selalu berbuat jahat dan seperti senang membuatnya menderita padahal dirinya selalu berusaha tidak menyakiti siapapun termasuk hewan sekalipun. Baik dengan ucapan apalagi dengan perbuatan karena ia tau bagaimana sakitnya diperlakukan seperti itu. Apa yang harus dilakukannya saat ini agar karyanya masih tetap bisa ditampilkan? Bagaimana perasaan Ibu Aneu bila mengetahui hasil karya buatannya yang telah dibeli hancur seperti ini? Ini salahnya, seharusnya ia bisa menjaga gaun kebaya itu dengan baik. “Bee! Ada apa?” Jessie yang baru saja membuka pintu langsung berh

