Pagi harinya saat bangun tidur, Alvin sudah nggak ada disampingnya. Sepertinya dia udah bangun duluan. Meskipun suaminya itu tidur tengah malem, pasti bangunnya tetap pagi. Sedangkan dirinya, semakin larut malam tidur, semakin siang lah dirinya akan bangun. Tapi itu bukan motto hidupnya loh. "Hohh, pagi yang sangat indah. Jadi betah lama lama di sini," ujar Kim sambil bentangin kedua tangan menikmati udara pagi di halaman rumah. "Enak aja kamu bilang betah lama-lama di sini. Pokoknya kamu harus ikut aku pulang hari ini." Alvin tiba-tiba saja lansung menyambar ucapannya barusan. "Tapi, kan...." "No koment Kim." Kebiasaan buruk Alvin adalah, tak pernah membiarkan Kim menyelesaikan perkataannya. "Kakak habis dari mana?" tanya Kim padanya yang duduk di teras sambil sibuk sama ponselnya.

