Pagi ini, otaknya seolah harus dipaksa untuk berpikir. Tapi kali ini bukan masalah pekerjaan yang ia pikirkan. Melainkan tentang pembicaraannya bersama mertuanya semalam. "Pagi pangeran es," sapa Andi datang menghampiri. "Kalau cuma mau ledekin gue, mending lo pergi aja," suruh Alvin dengan ekspressi dinginnya. "Tenang, gue ke sini cuma mau nemenin lo, karna gue tau lo sendirian. Ntar kalau lo diculik sama wewe gombel, trus dijadiin suami, gimana?" Ketularan si Restu nih kayaknya. "Terserah lo mau ngomong apa." "Eh, kenapa muka lo di tekuk gitu, ada masalah?" tanya Andi "Enggak." "Sebelumnya, gue minta maaf banget nih, Vin. Lo pasti mikirin omongan mertua lo semalam, kan? tebak Andi yang langsung membuat Alvin sedikit kaget 'Kenapa dia bisa tau?' pikirnya. "Sorry, semalam gue ngga

