Hani dan Jeje kini sampai di sebuah restoran. Ya ... hanya berdua. Karena Kim tak ada bersama mereka. "Nggak seru kalau nggak ada Kim," keluh Hani saat turun dari mobil. "Iya. Nggak ada yang traktirin kita makan," tambah Jeje. Mereka berdua sudah seperti anak yang lagi bingung dan nggak tau arah jalan pulang. Mereka tanpa Kim, hanya butiran debu. "Lagian tu anak kemana, sih. Udah ditelfonin dari tadi nggak dijawab-jawab," dengus Hani. "Entahlah. Udah tidur mungkin. Mending kita makan yuk, laper nih," ajak Jeje. "Yuklah," setuju Hani. Pada saat hendak masuk ke dalam sebuah cafe, tiba-tiba Jeje kembali menarik Hani untuk keluar lagi dari sana. "Aduh, Je. Lo apaan, sih ... kok keluar lagi? Katanya mau makan," kesal Hani dengan tingkah sobatnya itu. "Ya ampun, Han ... mata gue ngga

