Di awal-awal kepergian Alvin, bisa dikatakan setiap hari dia selalu menghubungi Kim. Tapi, makin kesini, itu semua semakin jarang. Hanya sekali seminggu, itupun Kim yang menelepon terlebih dahulu. Ini adalah bulan ke sepuluh, semenjak Alvin meninggalkannya. Bahkan tak pernah pulang sekalipun. "Non, di bawah ada temen-temennya pada datang," panggil Bibik sambil mengetok pintu kamarnya. "Ya, Bik," jawab Kim langsung beranjak dari tempat tidur, hendak keluar. Dari pagi, ia sudah merasa sedang tak enak badan. Makanya, hari inipun ia tak masuk kuliah. "Kim, lo nggak apa-apa?" tanya Hani melihat wajah pucat Kim. "Nggak, gue cuma lagi capek doang," jawabnya sambil rebahan di sofa. "Serius? Atau nggak, gimana kalau kita anterin ke dokter aja," usul Jeje. "Nggak usah," tolaknya. "Gue kan u

