Masa Kritis-1

1018 Kata

"Arya kritis?" gumam Dhana. "Ya Allah, kamu yang sabar ya, Nduk. Iya, ini temen-temen kamu masih di sini... Udah kamu nggak usah mikirin anak-anak dulu, biar sama Mama.... Kamu temenin suami kamu dulu. Pasti, pasti Mama doain." Dhana dan Windy saling berpandangan sambil menyimak percakapan telepon ibunda Laras. "Bu..." Dhana dan Windy mendekat. "Arya... Arya kritis katanya, bisa tolong ke rumah sakit temenin Laras?" pinta ibunda Laras sambil gemetar. Nenek lima cucu itu kembali merasa de javu, mengingat saat sang suami dulu juga mengalami masa kritis hingga akhirnya meninggal dengan penyakit komplikasi yang diderita. "Ibu tenang aja ya, kami balik lagi ke rumah sakit ya, Bu." Windy memeluk ibunda Laras. Sedangkan Dhana menghampiri ketiga anak Laras. "Anak-anak, Om Dhana sama Tante

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN