Belum Siap-2

1340 Kata

Bibir Arya masih tak mampu berucap. Hanya lelehan air mata yang berbicara. Laras kemudian mendekatkan telinganya pada Arya, berharap bisa mendengar sebuah kata atau kalimat meski hanya bisikan. "Mas, kamu mau ngomong apa? Kamu nggak usah takut, ada aku di sini temenin kamu." Derai air mata kini turun kembali membasahi pipi Laras. Setelah tadi ia mencoba tegar dan kuat untuk tidak menangis, namun pertahanannya tak bertahan lama. Melihat Arya yang kesulitan bernapas seperti ini membuat d**a Laras ikut merasakan sesak. Windy kemudian berinisiatif untuk menekan tombol pemanggil tenaga medis. Sedangkan Dhana tak mampu berkata-kata, hanya usapan dan tepukan lembut di pundak Arya sebagai bentuk transfer kekuatan. Sementara Mas Alvin menarik kursi dan duduk di sisi ranjang Arya, kemudian mul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN