Arya menggeleng kuat. "Nggak ada alasan buat aku benci kamu, Ras, atau keluarga kamu. Aku percaya banget ini semua udah jadi takdir cinta kita." Arya mengusap kepala Laras. Ibu tiga anak itu tak kuasa menahan haru bahagia bisa bertemu kembali dengan seseorang yang pernah ia cintai. Kini rasa itu tumbuh kembali setelah sekian lama terkubur. "Ya udah, kita makan yuk." Arya menyerahkan tisu pada Laras. Perempuan berjilbab itu lalu menyeka air mata bahagia, kemudian berdoa sebelum makan. Keduanya lalu menyantap makanan di meja dengan penuh suka cinta. Hati keduanya berbunga dan bahagia tak terkira. Bagi Laras, Arya adalah sosok yang mampu menjaganya baik secara fisik maupun hati. Tak lupa, lelaki manis itu selalu punya cara untuk membuatnya tertawa. Maka saat Arya mengajaknya untuk k

