Sebuah Keputusan-2

1244 Kata

"Om Dhana!" "Nah, ini pasti Shifa!" Seru Dhana menerima salam dari gadis cilik yang memiliki tahi lalat di alisnya. Aidan yang mendengar suara adik-adiknya jadi terbangun. Sulung dari tiga bersaudara itu lalu meminta turun dari gendongan dan semringah melihat adik kembarnya yang sudah tiga hari tak main bersama. "Kakak 'kan baru sembuh, istirahat dulu mainnya nanti lagi. Shafa, Shifa ayo ajak Kakak masuk." "Eh, ini pasti Mas Dhana yah? mari masuk, Mas." Dhana segera salam takzim pada wanita yang telah melahirkan Laras. "Assalamualaikum, Ibu. Gimana kabarnya? Sehat?" "Waalaikumsalam, Alhamdulillah sehat. Ayo masuk dulu, pasti belum makan, kan?" Dhana melirik ke arah Laras meminta persetujuan, karena sejak ia tak sengaja membentak Laras, sejak saat itu kakinya tak pernah lagi masuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN