23

1046 Kata

"Bapak kapan balik ke Jakarta?" tanya Silmi. "Lusa, kenapa? Mau urus pernikahan kita kan? Kamu punya kenalan nggak Sil? Biar nggak ribet maksudku," ujar Rengga dan wajah Silmi memerah karena Rengga dapat menerka pikirannya. "Iya maksud saya juga gitu Pak, mau ya ikut saya ke rumah teman, dia salah satu manajer di hotel itu, hotel yang rencananya buat tempat akad dan resepsi sekalian Pak," ujar Silmi malu-malu. "Iya nggak papa, aku mau ikut, laki atau perempuan teman kamu itu?" tanya Rengga. "Laki-laki Pak," jawab Silmi. "Lajang apa sudah nikah?" tanya Renga lagi. "Lajang Pak," sahut Silmi. "Nah lo, aku ikut,"ujar Rengga dan Silmi melongo. "Nah lo kenapa Pak?" tanya Silmi. "Nggak papa, di daerah mana rumahnya?" tanya Rengga mengalihkan pembicaraan. "Di perumahan dekat SMP 18 Pak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN