* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Malam minggu kali ini, Dava benar-benar tidak tahu harus apa dan kemana. Ia sendirian di rumah karena mamanya—seperti biasa, akan sibuk di butik sekalipun besok adalah hari Minggu. Karena besok hari Minggu, makanya sang ibu akan lembur di hari Sabtu untuk menyelesaikan urusannya agar keesokan harinya bisa bersantai ria di rumah bersama Dava dan Gisel, biasanya begitu. Ia bergelung di atas kasur dengan selimutnya, padahal ini masih pukul enam sore. Karena merasa sangat useless dan gabut parah, Dava beranjak duduk, menyandarkan punggung di kepala ranjang lalu meraih gitar yang letaknya di kaki meja samping kasur. Jemari laki-laki itu bergerak, mencip

