20

2010 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *   “Gak nyaman, ya?” Dava membuka suara saat dirasa Gisel yang berjalan di sampingnya sedikit jengah dengan kelakuan siswa-siswi Delite. Apa lagi kebanyakan dari mereka mereka memandang Gisel dengan pandangan tidak suka karena seorang Dava Garda Erlangga berjalan di sampingnya. Untungnya mereka tahu diri dengan tidak melabrak Gisel seperti kelakuan Dinda—tokoh antagonis yang seangkatan dengan Dava—kepada siswa baru sebelum Gisel. Kalau sampai hal tersebut terjadi, tentu saja Dava tak akan tinggal diam. “Eum, sedikit.” Mereka berdua akhirnya memilih duduk di meja kantin paling belakang. Beberapa siswa sedang ke kantin mungkin karena ini masih hari kedu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN