23

2313 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *   “Gisel gak mau nginep sini aja?” Pertanyaan itu keluar dari mulut tante Shinta ketika lima teman yang lainnya berpamitan hendak pulang. Ini sudah hampir petang. Sudah pukul setengah enam. Gisel meringis. “Kayaknya kapan-kapan aja deh tante. Soalnya kan besok sekolah, terus aku juga belum pamitan sama orang rumah.” “Oh gitu...” tante Shinta memasang wajah sedih. “Padahal tante seneng banegt loh kalau kamu nginep sini, tante jadi punya temen ngobrol.” “Emangnya aku gak bisa diajak ngobrol? Orang kalau gak ada Gisel juga mama biasanya ngobrolnya sama aku sampai subuh.” ujar Dava sinis. Shinta terkekeh geli. “Tapi kan beda kalau sama cewek. Kamu, mah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN