Bernegosiasi dengan Papa memanglah hal yang mustahil. Permohonan Xavier untuk memundurkan jadwal keberangkatan Rashi—yang katanya akan dipikirkan—nyatanya tak pernah diindahkan. Percuma saja waktu itu mereka berbicara. Maka Xavier harus rela melepas Rashi-nya benar-benar pergi. Ia ikut mengantar Rashi ke bandara bersama keluarganya. Sehari, dua hari, hingga telah seminggu lamanya Rashi pergi. LDR itu rasanya tidak enak. Baru sekali seumur hidup Xavier merasakannya. Padahal ia rutin melakukan video call dengan Rashi. Sayangnya, Xavier tak pernah puas. Beberapa hari yang lalu ia masih bisa bertemu dengan pacarnya yang bahenol itu setiap hari. Kalaupun mentok tak bisa bertegur sapa, ia bisa sengaja melintas di administrasi umum. Mereka akan saling melirik satu sama lain dan saling terseny

