Warna hitam samar di sekitar matanya semakin terlihat jelas akhir-akhir ini. Terlebih karena semalam ia tidak tidur sama. ditambah lagi, sampai detik ini wanitanya belum membalas segala pertanyaan yang ia kirimkan. Jangankan membalas, membaca saja belum. Xavier bergerak gusar di atas sofa panjang. "Masih belum dibales?" tanya Barra dari brankar. "Belum. Chat lo juga nggak dibales?" Barra menggeleng. Baru jam tiga pagi tadi Xavier sampai dari perjalanan mengantar Rashi ke Bandara. Dan ia sama sekali tidak tidur sampai sekarang. "Udah jam setengah tujuh. Lo nggak ngantor?" "Hmh ...." Xavier malah menggeliat di tempatnya. Prihatin juga Barra lama-lama. Mata panda Xavier itu sudah cukup untuk menimbulkan salah paham. Bisa jadi para suster salah memberikan obat, ata

