Satu bulan berlalu, sesuai dengan niatan awal, minggu ini Rashi akan pulang ke Kediri. Meskipun jatah liburnya hanya dua hari di akhir pekan, itu tidak masalah. Ia harus pintar - pintar memanfaatkan waktu yang ada mulai sekarang. Rashi manggut-manggut dan pasrah saat Mama datang membawa satu tas besar berisi titipan untuk Barra, dan satu tas kecil berisi titipan untuk Xavier. Kadang Rashi prihatin dengan nasib Xavier sekarang. Mama terkesan jauh lebih perhatian pada Barra. Telepon lebih sering ke Barra, saat bersama Rashi lebih sering ngobrol tentang Barra, juga lebih sering menceritakan masa kecil Barra dibanding Xavier.p Tapi sekali lagi, itu tidak menjadi masalah besar. Xavier, kan, punya pacar seperti Rashi yang bisa diandalkan. Perjalanan terasa begitu panjang dan lama. Rashi benar

