Dari Atas

1094 Kata

Xavier tersenyum membaca pesan dari Papa di email. Papa lagi-lagi mengatakan ikut bahagia akan hubungannya dengan Rashi. Teringat saat pertama kali mereka menemukan Papa. Terjadi drama lagi tentu saja.   Mereka menyampaikan maaf Barra pada Papa. Tapi Papa justru semakin terpuruk dalam penyesalannya. Di mana bukan Barra yang seharusnya minta maaf. Melainkan dirinya. Ia bahkan tak sempat mengatakan maaf sampai akhir hayatnya.   Meskipun sudah bertemu, dan tahu di mana Papa tinggal, namun baik Xavier ataupun Mama tidak memaksa Papa untuk kembali dalam waktu dekat. Mereka bersedia menunggu hingga Papa siap kembali pada kehidupannya yang semula.   Sampai ia sedikit melupakan rasa bersalahnya. Atau mungkin lebih bijaksana, saat ia sudah lebih ikhlas menerima apa yang sudah terjadi, dan mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN