"Dia sadar!" Samar-samar Barra mendengar suara keributan di sekitarnya. Bukan suasana yang asing sebenarnya. Hanya saja ia sudah lama tak mengalami hal seperti ini. "Barra, kamu bisa denger saya?" Barra berusaha membuka matanya lebih lebar. Silau lampu membuat ia urung melakukannya. Tapi ia tahu itu suara dokter Lintang. Dan suara-suara dokter lain serta para suster. Bising. Kepalanya terasa berdenyut-denyut tak keruan. Oh, ia ingat sekarang. Kejadian yang membuatnya mengalami hal ini sekali lagi setelah sekian lama. *** Xavier menemukannya sekitar jam dua dini hari. Saat ia tiba-tiba terbangun dan tidak menemukan Barra di ranjangnya. Xavier segera mencari keberadaan Barra, dan ia langsung panik setelah mengetahui kakaknya tergeletak tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Barra b

